Teknologi Kendaraan: Inovasi Baru yang Bikin Nyaman atau Repot? – Selama beberapa tahun terakhir, teknologi kendaraan berkembang sangat pesat. Produsen otomotif bersaing dalam menghadirkan fitur-fitur canggih, mulai dari layar sentuh, kontrol kapasitif, sistem bantuan pengemudi cerdas (ADAS), hingga integrasi kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini memang membuat mobil terlihat futuristik saat dipajang. Akan tetapi, dalam penggunaan sehari-hari, tidak semua pengemudi merasa terbantu dengan teknologi tersebut.
Fenomena ini tergambar jelas dalam laporan 2025 US Tech Experience Index (TXI) Study yang dirilis oleh JD Power. Survei tersebut melibatkan lebih dari 76 ribu pemilik mobil keluaran terbaru dan dilakukan tiga bulan setelah pembelian. Tujuannya untuk menilai, teknologi kendaraan mana yang benar-benar bermanfaat, dan mana yang justru membingungkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kamera blind-spot adalah fitur paling disukai. Sebanyak 93% responden mengaku rutin menggunakannya, sementara 74% berharap fitur ini juga ada di mobil mereka berikutnya. Tidak heran, karena blind spot pada mobil modern cenderung semakin besar, sehingga kamera ini membantu pengemudi mendeteksi potensi bahaya di sekitar kendaraan.
Hyundai Santa Fe bahkan berhasil mendapat penghargaan karena teknologi kamera blind-spot yang dinilai efektif meningkatkan keselamatan. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi kendaraan terbaik adalah yang langsung berkontribusi pada kenyamanan dan keamanan pengendara.
Selain kamera blind-spot, fitur smart climate control juga mendapat respon positif. Teknologi ini secara otomatis menyesuaikan suhu kabin sesuai kebutuhan, sehingga pengemudi dan penumpang dapat tetap merasa nyaman tanpa harus sering mengatur tombol pendingin udara.
Tak hanya itu, teknologi prediktif seperti starter otomatis juga diapresiasi. Fitur ini memungkinkan mobil menyesuaikan kebutuhan pengemudi, misalnya dengan menyalakan mesin atau menyesuaikan sistem kendaraan sebelum digunakan. Menurut Kathleen Rizk, Senior Director JD Power, teknologi pintar seperti ini mampu mengurangi beban kognitif pengemudi saat berinteraksi dengan sistem digital.
BACA JUGA: UNITE AI: Solusi Deteksi Deepfake Video yang Canggih
Meski banyak membawa manfaat, tidak semua teknologi kendaraan mendapat sambutan baik. Salah satu contohnya adalah Car Wash Mode. Banyak pengemudi mengaku kesulitan menemukannya dalam menu infotainment, dan 15% responden menilai prosesnya memakan waktu terlalu lama.
Kritik juga muncul pada fitur biometric authentication, kontrol tanpa sentuhan, perintah suara, hingga sistem pemantauan pengemudi. Permasalahan yang sering muncul mulai dari koneksi yang tidak stabil hingga fitur yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Hal ini membuktikan bahwa teknologi yang terlalu rumit justru bisa menurunkan kenyamanan.
Merek asal Korea seperti Hyundai, Kia, dan Mitsubishi menempati posisi teratas di pasar massal. Mereka dinilai berhasil menghadirkan teknologi kendaraan yang canggih sekaligus ramah pengguna. Sebaliknya, merek di bawah naungan Stellantis seperti Jeep, Ram, dan Chrysler berada di posisi terbawah karena dianggap kurang konsisten dalam menghadirkan fitur yang benar-benar membantu.
Sementara itu, di segmen premium, Genesis menempati urutan pertama, diikuti oleh Cadillac, Lincoln, BMW, dan Mercedes-Benz. Sayangnya, beberapa merek ternama seperti Audi, Jaguar, dan Acura justru berada di posisi akhir. Hal ini menunjukkan bahwa reputasi besar belum tentu menjamin pengalaman teknologi yang lebih baik.
Hasil studi TXI diperkirakan akan menjadi acuan penting bagi lembaga keselamatan seperti Euro NCAP dan ANCAP di masa depan. Mereka berencana untuk melihat seberapa besar pengaruh teknologi kendaraan terhadap konsentrasi pengemudi. Kalau ada fitur yang terbukti mengganggu, bukan tidak mungkin fitur tersebut justru akan menurunkan nilai keselamatan kendaraan.
Artinya, pabrikan otomotif perlu lebih berhati-hati. Inovasi memang penting, tetapi harus benar-benar sesuai kebutuhan pengemudi. Teknologi kendaraan yang sukses adalah teknologi yang sederhana, intuitif, dan benar-benar menambah kenyamanan serta keamanan, bukan justru menambah kerumitan.
Studi terbaru membuktikan bahwa tidak semua teknologi kendaraan berhasil diterima dengan baik oleh pengguna. Fitur seperti kamera blind-spot dan smart climate control terbukti bermanfaat, sementara fitur yang rumit seperti Car Wash Mode justru menuai keluhan. Produsen otomotif perlu menyadari bahwa teknologi yang efektif adalah yang memberikan solusi nyata, bukan sekadar menampilkan kecanggihan.
Dunia otomotif memberi pelajaran penting: teknologi harus dirancang agar benar-benar bermanfaat dan mudah digunakan. Prinsip ini juga dipegang oleh IPTEC Digital Solution dalam menghadirkan layanan digital.
Kami menyediakan beragam layanan, mulai dari jasa pembuatan website profesional, pengembangan aplikasi mobile, layanan digital marketing, hingga solusi interaktif berbasis Augmented Reality dan Virtual Reality. Setiap layanan dirancang dengan fokus pada kemudahan pengguna dan hasil nyata untuk bisnis Anda.
Jika Anda ingin mengoptimalkan teknologi digital untuk mendorong pertumbuhan bisnis, percayakan kebutuhan Anda pada IPTEC Digital Solution. Saatnya wujudkan transformasi digital yang efektif, modern, dan sesuai kebutuhan Anda.